Kisah perjuangan pemenang The Biggest Loser Asia dalam memangkas 83 kilogram dalam waktu 5 bulan.
| Sebelum | Sesudah |
![]() |
![]() |
| Foto : Rizky Budiarto |
Menjadi juara dalam acara The Biggest Loser Asia (TBLA) , membuat David Gurnani hidup sehat dan terbebas dari obesitas.
Faktor genetik dari sang Ayah yang juga berbadan besar, membuat obesitas menjadi kondisi yang harus diterima David Gurnani di sepanjang hidupnya. Plus, keluarga yang hobi makan dan dalam porsi besar, membuat kondisi tubuh David semakin tidak terkendali. Akhirnya, David yang berusia 25 tahun memiliki bobot hingga 157 kilogram.
Ternyata bobot tubuhnya yang besar, membuat kakak David khawatir. Dan secara diam-diam mendaftarkan adik kesayangannya untuk mengikuti ajang TBLA. Awalnya, David hanya diminta datang ke Pasific Place untuk mengikuti audisi terlebih dahulu. Karena tidak tahu apa-apa, David pun berharap agar dirinya tidak terpilih. Bagi David, mengikutin ajang TBLA akan membuatnya malu karena harus mempertontonkan tubuh gemuknya di depan banyak orang di Asia.
Tidak disangka-sangka, sebulan kemudian David menerima telepon yang mengabarkan dirinya lolos audisi, dan siap untuk mengikuti proses karantina di Kuala Lumpur sebagai salah satu kontestan TBLA. Tidak hanya diajarkan untuk memilih makanan sehat dan berolahraga setiap hari saja, pada masa karantina seluruh kontestan dilarang untuk memegang telepon dan menggunakan akses internet. Panitia akan mengeliminasi semua gangguan yang sekiranya dapat membuat para kontestan mundur.
Beratnya tantangan yang dihadapi tidak membuat pria dengan tinggi 183 cm ini tidak gentar. David tetap maju terus pantang mundur. Pola makan David diubah. Tidak ada lagi makanan dalam porsi besar dan berkalori tinggi. David hanya diperbolehkan menyantap makanan sehat dengan porsi yang ditakarkan. Tidak hanya pola makan, David juga harus berolahraga 5-6 jam setiap hari. Tidak aneh, jika rutinitas ini sempat membuat David down.
Tetapi berkat dukungan pelatih dan teman-teman setim, membuat David tetap semangat dan membawanya menjadi pemenang TBLA. Bukan uang sebesar US$ 100 ribu atau sebuah mobil Renault Koleos SUV, senilai US$70 ribu yang membuat David senang. Tapi, hadiah sebenarnya yang didapat David melalui ajang ini adalah hidup sehat dan terbebas dari obesitas.
Kini, David sangat nyaman dengan kondisi tubuhnya. Tidak hanya sehat, tapi juga membuat lelaki yang diangkat sebagai Duta Anti-Obesitas se-Asia ini menjadi lebih percaya diri. Gemuk itu tidak sehat dan tidak cantik. Badan gemuk berarti mengundang penyakit. Jadi yang benar, healthy living is beautiful. Dan, kesehatan akan menjadi investasi kita seumur hidup. “Untuk menurunkan berat badan, bulatkan niat. Lalu, sediakan diri untuk berkorban. Lama-lama kita akan terbiasa,” pesan David. (Lily Turangan/Astrid Anastasia)
Artikel terkait :
Bonus Tambahan dari Hidup Sehat
Sukses Ramping dengan Mengubah Pola Pikir
Keteraturan Yang Membawa Keberhasilan
Tekad Besar Berbuah Keberhasilan
Langsing Berkat Kalkulasi Kalori
Kemauan yang Membuahkan Keberhasilan
Riset di Prevention menunjukkan bahwa jalan kaki teratur dapat mengurangi rasa khawatir yang berlebihan dan menghadirkan mood yang b ...








