Success Stories
Saran, tip dan motivasi praktis dari para ahli untuk membantu kita mencapai target berat proporsional yang diinginkan
Babat 8 kilo lemak berlebih dalam waktu 4 bulan dengan diet pintar.

Kikis lemak dengan 3 jurus sehat dan ampuh ala Hayu Kurniasih.

Sebelum
Sesudah
   
   Foto : Sandy Mahendra

Hidup teratur adalah salah satu pangkal kesuksesan. Sebaliknya, pola hidup yang berantakan  bisa jadi awal dari kegagalan. Setidaknya itulah yang Hayu Kurniasih buktikan sendiri sekitar 4 tahun lalu. Hari-hari Hayu sering diwarnai dengan menjalakan pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang tidur, tidak pernah berolahraga, makan yang tidak teratur dan dengan porsi besar pula. Akibatnya, bobot badan wanita berusia 26 tahun ini mengalami peningkatan 1-2 kilogram setiap tahunnya. Hasil akhirnya, dari berat badan 53 kg menjadi 58 kg.

Walaupun sudah naik 5 kilogram, Hayu awalnya masih tenang-tenang saja. Karena berdasarkan BMI, bobot 58 untuk orang dengan tinggi 160 cm, masih bisa dikatakan ideal. Tapi dari keacuhannya inilah mengantarkan Hayu pada bobot tubuh 64 kg. Baik teman-teman, bahkan atasan Hayu mulai berkomentar mengenai perubahan tubuh Hayu yang drastis. Dari sana, wanita berjilbab ini mulai merasa diingatkan untuk menurunkan berat badannya.

Mulailah program diet dilancarkan. Awalnya, Hayu mencoba berbagai program penurunan berat badan, dari diet tanpa nasi hingga meminum obat pelangsing. Hasilnya, semua gagal. Walaupun bobot tubuh sempat turun sampai 5 kg, tapi Hayu merasa keberatan dan menderita saat menjalankannya. Akhirnya, 3 jurus diet sehat ala Hayu dilancarkan untuk membabat lemak tubuh yang berlebih.

Jurus pertama, membeli alat kardio. Langkah ini dilakukan agar Hayu dapat melakukan olahraga kardio kapan pun dia sempat. Misalnya, menyediakan waktu 15 menit sebelum tidur, ketika bangun tidur, atau sambil menonton televisi. Untuk melatih otot lengan, sambil melakukan latihan kardio biasanya Hayu sekaligus membawa dumbbell 1 kg. Dilanjutkan dengan melakukan sesi latihan yoga selama 20 menit. Semuanya, rangkaian olahraga ini dilakukan Hayu secara rutin setiap hari.

Jurus kedua, pengaturan asupan makanan. Tidak terlalu ribet. Perbanyak konsumsi sayur dan buah dan hindari makanan bersantan, ngemil kue kering  serta makanan berkalori tinggi. Tidak ada jam makan malam lebih dari pukul 7. Plus, santaplah satu buah apel setiap hari. Karena Hayu sangat percaya akan pepatah, memakan satu apel setiap hari akan menjauhkan kita dari berbagai penyakit.

Jurus ketiga, kualitas tidur yang baik. Minimal 6 jam sehari. Karena dengan memiliki tidur yang cukup, secara otomatis tubuh kita akan merespon dengan tidak cepat merasa lapar.

Dengan menjalankan 3 jurus tadi, Hayu berhasil mengecilkan lingkar pinggangnya dari 86,5 cm menjadi 72 cm. Target selanjutnya, wanita cantik ini ingin mengencangkan otot perut, paha, lengan dan mengurangi lingkar pinggangnya sebanyak 2,5 cm lagi. Hayu merasa yakin, dengan pola hidup sehat yang sudah dijalankannya sekarang, target selanjutnya akan dapat segera tercapai. Pada intinya, kunci sukses Hayu adalah dispilin, jujur pada diri sendiri dan tempuhlah jalan yang sehat. (Lily Turangan /Astrid Anastasia)

Artikel Terkait :

Sampai Tujuan dengan Niat dan Kesabaran

Tekad Besar Berbuah Keberhasilan

Keberhasilan Sang Pejuang



Bookmark and Share on Twitter Bookmark and Share on Facebook Bookmark and Share
Rating : 1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
0 votes
Dilihat : 240
0 Comments
Belum ada komentar
Anda harus Log In untuk memberi komentar.
Your Comments
Nama :
E-mail :
Judul :
Komentar :
 
banner center 1
artikel lain : Success Stories
Kikis lemak dengan 3 jurus sehat dan ampuh ala Hayu Kurniasih.
Berikut penuturan Regina mengenai keengganannya untuk kembali ke masa-masa “berat” untuk ketiga kalinya.
Berikut kisah Heny Mustikasari dalam memerangi berat badan berlebih selama 3 tahun.
Pada awalnya, Puspita Aji termasuk wanita yang sangat mudah menurunkan berat badan.  Dan kondisi ini membuat Puspita menjadi sangat cuek terhadap penambahan berat badannya yang terus melunjak hingga pada kehamilan keduanya. Menurut Puspita, penambahan angka pada timbangan merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap ibu. Tapi buntut ketidakpedulian Puspita mengakibatkan malapetaka. Selain badan terasa makin berat dan napas menjadi cepat terenggah-enggah ketika naik tangga atau berjalan jauh, “pembengkakan” tubuh membuat Puspita menjadi tidak sedap untuk dipandang.
banner center 2
video
Article Video
You need to upgrade your Flash Player This is replaced by the Flash content.