Kalahkan hasrat makan berlebih dengan pilihan makanan pemotong kalori.
![]() |
| Foto: Shutterstock |
Kita pasti sudah hafal, menjaga total kalori tetap pada level ideal akan membuat bentuk tubuh kita proporsional. Tapi pada kenyataannya, tak mudah untuk mewujudkan itu semua.
Penelitian membuktikan, saat kita memotong kalori secara ekstrim, usus justru mengirimkan sinyal kelaparan. Alhasil homron ghrelin yang mengatur datangnya rasa lapar pun diproduksi dalam jumlah besar. Jadi sebenarnya yang harusnya kita lakukan agar perut tetap rata tapi saluran pencernaan tidak kelaparan adalah memiliki metode diet yang benar.
Dan salah satu metode itu adalah dengan tetap memberikan kepuasan pada saluran pencernaan kita dengan makanan. Ya makanan, sebab dengan begitu saluran pencernaan tetap dapat melakukan pekerjaanya dengan baik. Hanya saja kita perlu ingat, jenis makanan yang pilih juga harus dapat berperan sebagai pemotong kalori.
Adakah makanan yang bisa melakukan peran ganda itu? Tentu saja ada. Coba cek daftar berikut ini:
Bersinarlah dengan protein. Banyak ahli nutrisi sudah mengingatkan kita bahwa protein akan sangat ampuh membuat perut kita rata. Sebab protein lebih mudah dicerna dan diserap, tapi sangat lama membuat kita tetap kenyang. Tapi yang jarang kita sadari adalah jenis protein seperti apa yang harusnya kita nikmati.
Purdue University menyarankan kita menikmati protein tanpa lemak seperti putih telur, yogurt rendah lemak, dan daging tanpa lemak atau dada ayam tanpa kulit. Pilihlah makanan-makanan ini sebagai sarapan yang akan membuat kita kenyang lebih lama. Bahkan sampai makan siang, kita tak akan merasa butuh makan berlebihan.
“Usahakan untuk mendapatkan protein tanpa lemak sebanyak 30 gram protein setiap kali sarapan, maka niat perut rata kita akan tercapai,” saran Joan Salge Blake, RD., asisten profesor nutrisi klinis dari Boston University.
Jangan lupakan kentang. Tahu mengapa kita selalu disarankan untuk makan yang berserat? Karena serat dapat membuat enzim pencernaan dikeluarkan secara perlahan-lahan, sehingga kita tak cepat-cepat merasa lapar.
Hal ini juga dapat kita nikmati ketika mengunyah kentang. “Serat kentang akan disimpan lebih lama dalam usus halus kita sehingga bisa memperlama sensasi rasa kenyang,” ucap Katherine Beals, PhD., RD, asisten profesor nutrisi klinis University of Utah.
Coba jadikan kentang panggang sebagai makan malam. Kentang ukuran sedang hanya mengandung sekitar 100 kalori. Atau bisa juga dengan mengukus kentang, lalu potong kecil-kecil untuk dinikmati dengan salad. Agar rasanya lebih gurih, tambahkan cuka apel atau vinegar ke atas salad dan potongan kentang tersebut.
Tapi jangan mengira kentang goreng atau yang biasa kita sebut sebagai French fries atau keripik kentang akan sama manfaatnya dengan kentang kukus atau rebus. Sebab kentang goreng justru akan menjadi tumpukan lemak dalam tubuh.
Kenyangkan tubuh dengan lemak baik. Anti berbagai jenis lemak akan menjadi senjata makan tuan. Sebab yang harusnya kita hindari adalah lemak-lemak jahat. Beralihlah ke lemak baik atau lemak tak jenuh seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan salmon.
Menurut studi yang dipublikasi dalam journal Cell Metabolism, lemak-lemak baik akan memanipulasi munculnya signal lapar dalam kepala kita. Artinya kita akan tetap merasakan gurih dari makanan berlemak ini tapi tidak membuat tubuh cepat-cepat untuk mengolahnya seperti makanan berlemak lainnya.
Sari Greaves, RD., juru bicara American Dietetic Association menyarankan kita untuk mengambil 20 persen dari total kalori kita dari makanan lemak tak jenuh. Pilihannya bisa mengunyah 100 gram kacang-kacangan, ¼ buah avokad, atau 2 sendok makan selai kacang.
Berkenalanlah dengan grapefruit. Ini adalah buah sejenis jeruk yang menyerupai jeruk bali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Nutrition and Metabolic Research Center di Scripps Clinic, San Diego, responden yang menikmati ½ buah grapefruit saat makan siang, berhasil mengalami penurunan berat badan rata-rata 1,5 kg dalam jangka waktu 3 bulan.
Menurut Ken Fujioka, MD, ketua peneliti, buah ini berperan untuk menekan level insulin kita. Insulin ada hormon yang meregulasi gula darah dan metabolisme lemak. Sehingga proses pembakaran lemak bisa berjalan lebih cepat.
Waktunya bermain dengan permen karet. Ini adalah saran yang diberikan University of Rhode Island. Berdasarkan penelitian mereka, orang yang menikmati permen karet selama satu jam setiap paginya mampu mengurangi 67 kalori setiap hari dibanding yang tidak mengunyah permen karet. “Teorinya, saat kita mengunyah permen karet, saraf pada rahang yang mengatur sensasi rasa kenyang ikut terstimulasi,” jelas ketua penelitian Kathleen Melanson, PhD., RD.
Tapi pilihlah permen karet yang bebas gula atau yang mengandung xylitol agar tidak membuat gigi kita justru berisiko mengalami kerusakan. Sambil mengunyah permen karet, ingatlah bahwa setiap jamnya kita bisa membakar 11 kalori! Ini setidaknya lebih baik ketimbang tidak bakar lemak sama sekali.
Andalkan kekuatan hidung. Ternyata mencium aroma makanan dapat membuat otak berpikir bahwa kita sedang makan. Ini diketahui setelah mengamati sekelompok orang yang diminta untuk mencium bau peppermint setiap dua jam sekali. Hasilnya, total kalori mereka bisa ditekan hingga 2.700 kalori per minggunya dibanding yang tidak mencium aroma peppermint. Total kalori itu sama dengan 0,5 Kg!
Selain peppermint, penelitian ini juga menyebutkan bahwa aroma pisang, apel hijau, atau vanila memberikan efek yang sama. Bahkan menurut Alan Hirsch, MD, director of the Smell & Taste Treatment and Research Foundation, semakin sering kita mencium aroma itu maka semakin banyak bobot tubuh berkurang.
Jadi jangan ragu-ragu untuk meletakkan aroma terapi di meja kerja kita. Dan setiap kali kita sedang stres yang kemudian membuat kita ingin makan berlebih, hiruplah aroma terapi tersebut. Disarankan untuk menghirup dari lubang hidung sebelah kanan untuk mengaktivasi sisi emosi dari otak kita. Ini tak hanya akan meredam emosi tapi juga memotong hasrat makan berlebih. (Siagian Priska)
Artikel Terkait :
Inilah Sang Pemicu Nafsu Makan
Menggambarkan Kepribadian Dari Nafsu Makan
Kendalikan Tombol Nafsu Makan Kita
Mengapa Nafsu Makan Terus Meningkat?
Riset di Prevention menunjukkan bahwa jalan kaki teratur dapat mengurangi rasa khawatir yang berlebihan dan menghadirkan mood yang b ...






