Mari lindungi gigi dengan fakta-fakta berikut ini.
Mari periksa fakta dan mitos di bawah ini, untuk mengetahui bagaimana gigi berlubang bisa terjadi, cara mengatasi dan mencegahnya. Agar kita bisa membedakan fakta dengan mitos dengan benar, Kimberly A. Harms, DDS, mantan presiden dari Minnesota Dental Association, akan langsung memandu kita.
# Gula adalah faktor penyebab gigi berlubang paling utama.
Fakta : Dalam kenyataannya, asam diproduksi oleh bakteri di dalam mulut dan menyebabkan gigi berlubang, ujar Harms. Lalu, apa yang sebenarnya bakteri lakukan di dalam mulut kita? Mengonsumsi karbohidrat, dan gula termasuk di dalamnya. Nasi, kentang, roti, buah, dan sayuran juga merupakan karbohidrat. Ketika kita mengonsumsi apapun yang mengandung karbohidrat, maka bakteri di dalam mulut kita akan aktif dan memproduksi asam serta merusak gigi kita.
Kemudian bakteri akan memiliki satu tempat kecil yang nyaman untuk hidup dan memproduksi asam, dan biasa tempatnya sulit dijangkau oleh sikat gigi dan benang floss. Jika dibiarkan bakteri akan melanjutkan metabolisme karbohidrat serta memproduksi asam. Dan akhirnya, gigi berlubang kita menjadi semakin membesar hingga kemudian menjadi sangat menyakitkan.
Mitos : Sebenarnya yang menjadi penyebab gigi berlubang, bukanlah jumlah karbohidrat yang kita makan,melainkan lama waktu gigi kita terpapar oleh karbohidrat tersebut. Jadi, jangan biarkan hari kita diisi dengan makan dan minum makanan mengandung gula secara terus menerus.
# Paparan makanan asam dapat menyebabkan kerusakan gigi.
Fakta: Asupan makan asam, seperti lemon, jus sitrus, atau minuman ringan tidak menyebabkan gigi berlubang, namun menempatkan email gigi kita dalam bahaya. Asam akan memicu terjadinya erosi pada email gigi yang bertugas sebagi lapisan pelindung gigi. Ketika kita kehilangan perlindungan dari email gigi dan terpapar hingga pusat dentin, maka gigi menjadi lebih rentan rusak.
# Kita akan tahu kalau gigi kita sedang berlubang.
Mitos : Gigi berlubang ringan tidak memberikan gejala apa-apa. Rasa sakit yang kita alami saat sakit gigi datang sebenarnya mengindikasikan kerusakan sudah masuk tahap parah dan menyebabkan kerusakan pada saraf.
Membiarkan gigi berlubang tidak terobati terus menerus, hanya akan memperburuk rasa nyeri dan semakin mahal biaya yang harus kita keluarkan untuk memperbaikinya. Cara yang paling mudah untuk mencegah hal ini, adalah dengan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin 6 bulan sekali. Perlu ditekankan, sekali gigi mulai berlubang, maka gigi tidak bisa memperbaikinya sendiri. Malah akan terus berkembang dan memperburuk. Jadi, lebih cepat lebih baik.
# Tidak perlu khawatir masalah gigi berlubang pada gigi susu.
Mitos : Gigi susu akan menyediakan ruang untuk tumbuhnya gigi permanen. Jika masalah gigi berlubang pada gigi susu kita biarkan, maka kondisi ini akan terus berkembang ke masalah yang serius hingga infeksi. Dan infeksi bisa menyebar ke daerah tubuh yang lain dan bisa menjadi pemicu terjadi berbagai penyakit serius seperti jantung. Oleh karena itu, jagalah kesehatan dan kebersihan gigi sejak sedini mungkin.
# Menggosok gigi merupakan cara terbaik untuk mencegah gigi berlubang.
Fakta : Pencegahan adalah kunci utamanya. Kita pelu membersihkan bakteri dari gigi dengan menyikat gigi secara rutin dua kali sehari (sesudah sarapan dan sebelum tidur) dengan menggunakan pasta gigi mengandung fluoride. Dengan membuat gigi kita selalu dalam kondisi bersih setiap hari, maka masalah gigi berlubang pun bisa diatasi. (Astrid Anastasia)
Artikel terkait :
Antara Gigi Berlubang dengan Obesitas
Jauhkan Anak dari Penyebab Gigi Berlubang
Kebiasaan yang 'Menyakitkan' Gigi
10 Cara Menggosok Gigi yang Baik
Riset di Prevention menunjukkan bahwa jalan kaki teratur dapat mengurangi rasa khawatir yang berlebihan dan menghadirkan mood yang b ...






