Cara cepat libas stres di tempat.
Ketika gaya hidup yang super sibuk membuat kita stres, para ahli mengatakan teknik relaksasi mampu mengembalikan keseimbangan kita. Bahkan beberapa metodenya hanya menyita waktu 5 menit atau kurang.
Bayangkan situasi ini terjadi dalam saat yang bersamaan : pagi hari anak minta diantar ke sekolah, suami berteriak menanyakan dimana kaos kakinya, bos tiba-tiba minta kita menghubunginya segera, dan sahabat membutuhkan kita untuk berdiskusi mengenai masalah pelik mereka. Stres atau bingung mana yang harus duluan? Pasti!
Sangat sulit bagi kita para ibu untuk memiliki satu menit untuk bisa relaksasi. Bahkan, mungkin kita sudah lupa bagaimana caranya untuk bersantai.
Ahli mengatakan sedikit stres baik untuk kita, karena bisa mempertajam rasa dan pikiran. Sedangkan, stres yang berlebih akan memberikan dampak buruk untuk kesehatan mental dan fisik kita. Relaksasi dapat memberikan keajaiban dengan memulihkan keseimbangan dalam hidup. Plus, menurunkan beberapa risiko terserang penyakit yang berkaitan dengan stres.
Ingin mengurangi tekanan dalam hidup, 5 teknik relaksasi berikut patut dicoba kapanpun dan dimanapun kita berada!
1. Meditasi.
Jika kita berpikir meditasi diartikan memutarkan tubuh ke posisi yang tidak nyaman, coba pikirkan lagi. Herbert Benson, MD, penulis buku The Relaxation Response mengatakan, gerakan yang berulang juga bisa menjadi salah satu cara bermeditasi. Dan ini termasuk berjalan kaki, berenang, melukis, menyulam, atau aktivitas apapun yang bisa membuat perhatian kita tetap tenang pada saat itu.
Ketika pikiran kita dipenuhi dengan urusan pekerjaan, hubungan dengan pasangan ataupun daftar hal-hal yang harus dilakukan dalam hidup, cobalah untuk membiarkan pikiran kita bebas dan arahkan pikiran kita untuk melakukan repetisi pada aktivitas di atas. Lakukan 5-10 menit setiap hari, dan kita akan melihat tingkat stres yang akan menurun.
2. Bernapas yang dalam.
Stres akan membangkitkan ketegangan dan kesulitan dalam bernapas. Sebaliknya ketenangan dikaitkan dengan bernapas santai, jelas Michael Lee, penulis buku Turn Stress into Bliss dan pendiri Phoenix Rising Yoga Therapy di Bristol, Vermont. Jadi buang ketegangan menjadi relaksasi, dengan mengubah cara bernapas kita.
Coba hilangkan kekesalan Anda dengan tip dari Joan Borysenko, PhD, direktur Harvard’s Mind-Body Clinical Program : ambil napas yang dalam, lalu buang panjang melalui mulut yang dibuka kecil. Lalu pusatkan pikiran pada perut bagian bawah. Rasakan keluar-masuknya napas sambil pikiran tetap terfokus pada perut. Tarik napas, rasakan udara memenuhi seluruh perut, sisi tubuh dan tulung punggung memanjang. Kemudian buang napas, buang seperti langkah pertama, rasakan perut, punggung dan sisi tubuh berkontraksi. Ulangi sebanyak 10 kali.
3. Menikmati teh panas.
Pencinta kopi? Saatnya untuk pindah ke teh. Kopi akan meningkat hormon ‘stres’ kortisol, sedangkan teh hijau menawarkan kesehatan dan kecantikan, ujar Nicholas Perricone, MD, penulis buku 7 Secret to Beauty, Health, and Longevity.
Teh chamomile adalah ‘obat’ tradisional favorit yang sering digunakan untuk menenangkan pikiran dan meredakan stres. Teh hitam juga ditetapkan sebagai penumpas stres yang ampuh oleh para peneliti dari University College London. Sukarelawan yang rutin menyeruput teh hitam dilaporkan memiliki tingkat hormon kortisol yang rendah, plus merasa lebih tenang selama mengalami situasi stres 6 minggu minggu.
4. Tunjukkan cinta.
Pancing respon relaksasi kita dengan bermain dengan si doggie, memberikan pelukan hangat ke teman atau saudara, bermesraan dengan pasangan, atau ngobrol ke sahabat mengenai hal baik yang terjadi dalam hidup kita, saran Deborah Rozman, PhD, psikolog dan co-author buku Transforming Stress. Lakukan hal tersebut dan turunkan level stres kita. Kenapa bisa begitu?
Para ahli mengatakan interaksi sosial akan membantu otak kita berpikir lebih baik, mendorong kita untuk bisa melihat solusi lain terhadap ‘jalan buntu’ yang kita hadapi. Sebuah studi juga menemukkan bahawa kontak fisik, seperti memelihara anjing atau kucing, bisa menurunkan tekanan darah dan hormon stres.
5. Ambil waktu jeda.
Orang dewasa juga butuh time-out. Ketika emosi sudah tidak bisa dibendung, Jeff Brantley, MD, penulis buku Five Good Minute In the Evening menyarankan kita, untuk mencari tempat yang tenang untuk duduk atau berbaring sejenak dan tahan dulu stres yang kita alami. Ambil beberapa napas yang dalam, konsentrasi pada melepaskan ketegangan dan menenangkan detak jantung kita. Lalu, tenangkan pikiran dan ingatlah : waktu kita masih banyak, jadi relaks saja dulu.
Stres masih menghiasi hari kita? Jangan bilang kita tidak memiliki waktu untuk relaksasi, karena the time to relax is when you don't have time for it. (Astrid Anastasia)
Artikel Terkait :
Stres Membuat Kita Jadi Pelupa
Kala Stres "Mengganggu" Gigi Kita
Riset di Prevention menunjukkan bahwa jalan kaki teratur dapat mengurangi rasa khawatir yang berlebihan dan menghadirkan mood yang b ...






