Mari lindungi otak dari serangan demensia dengan melakukan olahraga berintensitas sedang.
Anjuran bagi orang usia lanjut untuk rutin melakukan jalan cepat 3 kali seminggu. Mengapa? Sebab kebiasaan baik ini mampu meningkatkan kemampuan otak dan mengurangi risiko penyakit yang ‘mencuri’ ingatan mereka, seperti Alzheimer.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association menunjukkan kebiasaan melakukan ‘olahraga rumahan’ seperti berjalan kaki, dapat meningkatkan fungsi kognitif pada orang dewasa dengan keluhan mild cognitive impairment (MCI). MCI yaitu tahap diantara penuaan normal dengan demensia. Kondisi ini biasanya ditandai dengan pikun ringan, kesulitan dalam berbahasa, dan masalah kognitif lain yang terlihat, tapi tidak mengganggu aktivitas harian kita.
Nicola T. Lautenschlager, MD, dari University of Melbourne, Australia, dan rekan-rekannya ingin melihat bagaimana pengaruh akitivitas fisik dalam menurunkan tingkat kognitif pada orang usia lanjut, hingga berisiko terkena dimensia. Studi mereka melibatkan 138 orang dewasa dengan rata-rata usia 69 tahun, yang dilaporkan sudah memiliki masalah dengan daya ingat tapi belum masuk kategori demensia.
Peneliti membagi partisipan ke dalam dua kelompok secara acak, yaitu kelompok olahraga dan kelompok yang yang menjalani aktivitas seperti biasa. Tim peneliti meminta partisipan masuk ke dalam grup olahraga untuk melakukan setidaknya 150 menit aktivitas dengan intesitas sedang setiap minggunya. Dimana latihan dibagi menjadi 3 bagian, 50 menit per sesi. Dan jalan kaki adalah aktivitas yang paling banyak direkomendasikan.
Kelompok olahraga melakukan olahraga 142 menit lebih banyak setiap minggunya, atau 20 menit lebih lama setiap hari,dibanding kelompok kedua. Setelah 6 bulan, partisipan yang melakukan aktifitas fisik berhasil berjalan sekitar 9.000 langkah lebih banyak dalam seminggu. Ini membuat mereka berjalan lebih jauh dari dari kelompok ke dua.
Hasilnya, para partisipan di kelompok olahraga memperoleh nilai yang tinggi pada tes kognitif, seperti mereka dapat mengingat lebih akurat daftar kata dalam kurun waktu tertentu dibanding kelompok yang kedua.
Tidak seperti pengobatan, aktivitas fisik memiliki manfaat kesehatan yang tidak hanya berkaitan dengan fungsi kognitif saja, melainkan juga mampu mengatasi depresi, meningkatkan kualitas hidup, fungsi kardiovaskular. Plus penelitian ini juga menemukan fakta bahwa pengobatan tidak menunjukkan efek yanng signifikan pada MCI hingga 36 bulan. Jadi bicara efektifitas, aktivitas berkerja lebih optimal pada penyelamatan daya ingat ketimbang pengobatan.(Astrid Anastasia)
Artikel terkait :
Riset di Prevention menunjukkan bahwa jalan kaki teratur dapat mengurangi rasa khawatir yang berlebihan dan menghadirkan mood yang b ...






