Ketika lemak perut ‘takut’ dengan aerobik.
Kita mungkin sudah sering mendengar bahwa aerobik adalah olahraga yang paling cepat membakar tumpukan lemak pada tubuh, tak terkecuali lemak-lemak di perut. Tapi sebenarnya seberapa cepatkah aerobik dapat membabat habis lemak-lemak di perut?
Menurut Harvard Medical School, dengan melakukan aerobik intensitas moderat selama 30-60 menit per hari, kita bisa membuat lemak-lemak enggan menumpuk di perut. Dan contoh olahraga aerobik yang disebutkan dalam penelitian Harvard pun termasuk olahraga yang umum kita tahu, seperti berjalan, bersepeda, jogging, dan berenang.
Dalam kesimpulannya, Harvard menyebutkan, olahraga ini aman dilakukan oleh siapa saja dan pada umur berapa saja. Tapi untuk menentukan level aman ketika melakukan olahraga, mereka juga menyarankan kita agar berkonsultasi kepada dokter spesialis kesehatan olahraga. Sebab meskipun bisa dilakukan oleh siapa saja, pada dasarnya olahraga ini harus dilakukan sesuai kebutuhan agar tak berubah menjadi boomerang.
Tapi untuk menjadi gambaran bagi kita, Duke University Medical Center pernah melakukan penelitian mengenai efektifitas olahraga aerobik. Dalam penelitiannya ditemukan fakta, responden yang melakukan jalan kaki atau jogging sejauh 19 Km setiap minggunya, berhasil mengurangi penumpukan lemak di bagian dalam perut atau lemak visceral.
Sementara itu, responden yang melakukan jogging sejauh 32 Km setiap minggunya, tak hanya berhasil menghilangkan lemak di bagian dalam perut tapi juga lemak-lemak di permukaan perut atau lemak subcutaneous. Artinya, perut para responden benar-benar rata.
Sedangkan, responden yang tidak melakukan olahraga sama sekali, baru berhasil menghilangkan lemak di perut setelah 6 bulan. Plus lemak di bagian dalam perut justru bertambah hingga 9 persen. Jadi tak ada peluang bagi mereka untuk benar-benar menikmati perut yang rata.
Sebenarnya baik lemak visceral maupun subcutaneous adalah lemak-lemak perut yang tak hanya membuat tampilan kita kurang menarik tapi juga membuat organ-organ vital bekerja lebih keras. Khususnya lemak visceral yang memang mengambil posisi menempel di dinding perut yang sudah dapat dipastikan menekan organ-organ seperti hati yang kemudian membuat produksi hormon kita menjadi kacau.
Alhasil banyak penelitian menyimpulkan, lemak di perut berisiko untuk membuat kita terkena penyakit resistensi insulin atau diabetes, gangguan pembuluh darah atau gangguan jantung, sampai stroke.
Agar proses penghilangan lemak kita berjalan optimal, University of Pennsylvania menyarankan agar kita juga melengkapinya dengan latihan angkat beban. Mereka menyarankan ini setelah mengamati responden perempuan yang mengalami obesitas. Selama 2 tahun mereka diminta untuk rutin berolahraga. Selain melakukan aerobik, mereka selama 2 minggu setiap bulannya diminta untuk melakukan latihan angkat beban.
Hasilnya, mereka berhasil membuat tumpukan lemak, baik lemak visceral atau subcutaneous, tak muncul sebagai pengganggu. Sebab setiap bulannya terjadi penyusutan kedua lemak perut hingga 4 persen! Dan sebenarnya kombinasi aerobik dengan latihan beban tak hanya bermanfaat bagi keindahan bentuk perut, tapi juga membuat jantung kita lebih sehat. Plus membuat tubuh punya sistem imun yang baik dengan mood kita yang stabil. Jadi hanya menggerutu melihat perut yang mulai membuncit, lakukan sesuatu dan mulailah hari ini! (Siagian Priska)
Artikel Terkait :
Sayangi Jantung dengan Aerobik
10 Menit Lenyapkan Lemak Perut
Jarang Bergerak, Menimbun Lemak Perut
Riset di Prevention menunjukkan bahwa jalan kaki teratur dapat mengurangi rasa khawatir yang berlebihan dan menghadirkan mood yang b ...






