Penelitian membuktikan, jarang berolahraga membentuk tumpukan lemak hingga ke bagian terdalam perut.
Duke University mengumumkan, olahraga adalah salah satu cara yang paling efektif untuk menghilangkan tumpukan lemak, bahkan sampai yang paling tersembunyi sekalipun. Penelitian yang dipublikasi dalam The Journal of Physiology ini diketuai oleh pakar fisiologi Cris Slentz, PhD.
Slentz bersama timnya menyimpulkan, ketika kita jarang berolahraga, maka proses pembentukan lemak pada bagian dalam perut semakin cepat terjadi. Padahal sebenarnya, dengan intensitas olahraga yang moderat saja, kita bisa membabat habis satu layer atau lapisan lemak. Maka dapat dibayangkan apa yang terjadi jika kita rutin berolahraga, lemak-lemak yang terbakar pun semakin banyak dan lingkar pinggang semakin ramping.
“Jika kita mulai menyadari hal ini, maka sebenarnya sangat mudah untuk memiliki tubuh yang proporsional. Semuanya dimulai dari pikiran kita dan hanya ini yang mengendalikan berat badan kita,” Slentz menyakinkan.
Slentz kemudian menjelaskan, nama lain dari lemak bagian dalam tubuh adalah visceral fat yang melingkari seluruh perut kita. Tapi lemak ini akan membebani kerja organ-organ penting kita sehingga efek sampingnya pun beragam, mulai dari gangguan jantung, diabetes tipe 2 atau biasa disebut sebagai sindrom metabolik. “Sindrom metabolik adalah kumpulan penyakit yang terjadi akibat lemak perut kita.”
Dan jika kita berpikir lemak perut yang menyebabkan sindrom metabolik hanya dialami oleh orang dengan obesitas, maka sebaiknya mulailah berpikir dua kali. Sebab Slentz menemukan fakta, orang kurus pun bisa memiliki tumpukan lemak. Hanya saja banyak orang tak begitu memerhatikannya karena keberadaanya yang cukup dalam pada perut. "Jadi seolah tak terlihat, padahal sebenarnya ada," Slentz menambahkan.
Slentz melakukan penelitian ini dengan melibatkan perempuan dan laki-laki sebanyak 175 orang. Berikut karakteristik responden yang ikut dalam penelitian Slentz :
• Orang dengan kelebihan berat badan, sebagian besar tidak aktif berolahraga dan memiliki masalah kolesterol.
• Usianya berada diantara rentang 40-65 tahun.
• Responden perempuan sudah berada dalam fase postmenopause.
• Tidak ada yang mengalami gangguan diabetes, hipertensi, dan berniat untuk menjalani program diet.
Lalu apa yang mereka lakukan selama 6 bulan penelitian bersama Slentz? Responden dibagi dalam 3 kelompok, berdasarkan intensitas aktivitasnya :
• Kelompok pembanding tidak diminta melakukan olahraga apapun
• Melakukan olahraga dengan intensitas moderat, ini sama dengan berjalan 19 Km per minggu.
• Melakukan beragam olahraga intensitas berat, ini sama dengan jogging 19 Km mil per minggu.
• Melakukan olahraga dengan intensitas olahraga berat, ini sama dengan jogging 32 Km setiap minggunya.
Adapun alat yang digunakan untuk kelompok yang melakukan olahraga beragam, mulai dari treadmills, sepeda statis, dan elliptical trainers (sepeda magnetik dengan pelatih lengan dan dada). Selama melakukan latihan, respoden diawasi menggunakan monitor pacu jantung untuk melihat sejauh mana mereka kuat menjalani serangkaian latihan. Sehingga semuanya berjalan sesuai kebutuhan tubuh. Hasilnya ?
• Kelompok yang tidak melakukan latihan apapun, mengalami penumpukan lemak perut lebih banyak, sampai 9 persen!
• Lemak perut tak berkurang secara signifikan pada kelompok yang hanya berolahraga ringan, hanya saja mereka lebih bugar dari sebelumnya.
• Lemak perut berkurang, rata-rata 7 persen, pada responden yang melakukan olahraga berat.
Melihat hasil penelitian ini, Slentz tidak mau terburu-buru mengatakan bahwa kita semakin hari semakin malas bergerak karena jumlah orang yang mengalami kelebihan berat badan semakin tinggi. “Kita hanya terlalu lama menghabiskan waktu dengan duduk di belakang meja komputer tanpa berpikir untuk bergerak. Inilah awal ketidakseimbangan tubuh terjadi.”
Karena itu, Slentz menyemangati kita untuk tak selalu terpaku di belakang meja komputer. Bangun dan berolahragalah. Sebab sedikit gerakan pembakar lemak, akan menghapus tumpukan lemak dengan cepat. “Kuncinya hanya satu, lakukan sekarang dan jangan tunda lagi!” (Siagian Priska)
Artikel Terkait :
Perut Rata ala Martina Navratilova
Mengembalikan Lekukan Tubuh Bagian Tengah
Strategi Kendalikan Hasrat Ngemil
Bakar Lemak dalam Waktu Singkat!
Riset di Prevention menunjukkan bahwa jalan kaki teratur dapat mengurangi rasa khawatir yang berlebihan dan menghadirkan mood yang b ...






